• Login Elearning

  • Selamat datang di STMIK Agamua Wamena

    Sejarah Singkat

    Tahun 2008-2009, merupakan tahun pergumulan dan diskusi awal untuk mendirikan STMIK Agamua Wamena Papua. Ide pendirian perguruan tinggi lahir pertama kali oleh Marthen Medlama, S.Pd. yang memiliki kerinduan untuk mendirikan sebuah perguruan tinggi yang berbasis ilmu komputer setelah melakukan berkonsultasi dengan adik Hakim Abdurrahman di Bogor. Ide brillian ini kemudian disampaikan kepada bpk Jhon Wempi Wetipo. (Ketika itu sebagai Bupati Jayawijaya) dan beliau sangat antusias untuk mewujudkan pendirian perguruan tinggi tersebut dan mendukung financial secara full. Diskusi selanjutnya melibatkan bapak Drs. Bistok Panggabean untuk terlibat bersama mendirikan STMIK Agamua Wamena.

    STMIK Agamua Wamena dikelola di bawah manajemen Yayasan Pengembangan Masyarakat Dani (YPMD) yang diketuai oleh Bpk Drs. B. Panggabean. Kerja keras para pendiri ini membuahkan hasil pada tanggal 12 Oktober 2012 dengan diterbitkannya SK Nomor: 344/E/O/2012 diberikan kewenangan untuk menyelenggarakan dua (2) program studi yaitu program studi Teknik Komputer (D-3) dan Manajemen Informatika (S-1). Namun kemudian, harus diakui bahwa dalam perjalanannya mengalami perubahan jenjang dengan nomor SK:187/KPT/I/2016 tentang program Diploma Teknik Komputer menjadi Strata Satu (Jenjang S-1) dan penyebutan Program studi Manajemen Informatika (S-1) menjadi Sistem Informasi (S-1). SK Perubahan ini merupakan hasil kerja keras oleh bpk Jhon Richard Banua. SE., M.Si (Wakil Bupati Jayawijaya ketika itu dan saat ini menjabat sebagai Bupati Jayawijaya), beliau bertemu langsung dengan bapak Sekretaris Jenderal kementerian RISTEKDIKTI di Jakarta tahun 2016.

    Dengan demikian, pendiri STMIK Agamua Wamena adalah Bpk Jhon Wempi Wetipo, Bpk. Jhon Richard Banua, Bpk. Marthen Medlama dan Bpk. Bistok Panggabean. Tahun 2010, dengan pengalaman menjalankan lembaga pendidikan dan disertai tekad berperan mencerdaskan sebagian anak bangsa di Papua khususnya di wilayah Pegunungan Tengah Papua, maka pada tanggal 5 Juni 2010 melakukan penjajakan untuk mendapatkan rekomendasi DPRD Jayawijaya, rekomendasi Bupati Jayawijaya, Rekomendasi Tokoh masyarakat, Rekomendasi Tokoh Agama dan Rekomendasi Koordinator Kopertis Wilayah XII Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat di Ambon. Selanjutnya pendiri menyusun Studi Kelayakan, Rencana Induk Pengembangan (RIP), dan perekrutan Tenaga Pengajar dan Tenaga kependidikan.

    Download

    Silahkan download file terbaru berikut:
    Top